How to be a trainer ??

Setiap individu mempunyai banyak keinginan.  Tidak terlepas dari itu, menjadi seorang trainer adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi diri seseorang. Trainer yang profesional adalah pelatih yang mampu untuk mengarahkan, memberikan motivasi serta mempengaruhi orang lain untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan instruksi yang ditentukan. Gambar

Seorang trainer, akan lebih mampu untuk mengeksplorasi ide yang lebih luas daripada seorang yang biasa-biasa saja atau bukan trainer.  Mampu atau tidaknya seseorang menjadi trainer diukur dari keasahan ketrampilannya, pengetahuannya, pengalamannya, serta interaksi sosial yang ia lakukan.

HOW TO BE A TRAINER ??Gambar

 

Seorang trainer harus bisa menjadi fasilitator bagi yang dilatihnya. Dari pernyataan ini, muncul sebuah pertanyaan “apa sih bedanya guru dan pelatih itu?”. Guru dan pelatih memang memiliki persamaan yaitu mengajarkan dan memberikan ilmu pengetahuan. Akan tetapi seorang guru hanya akan memberikan pengetahuan dan pembelajaran sebatas teori  walaupun ada juga yang memberikan sedikit praktik dan tidak terlalu spesifik dalam pengaplikasian dilapangan. sedangkan untuk seorang pelatih, disamping pemberian motivasi dan pembelajaran, ia juga mengarahkan kepada peserta didiknya untuk mampu mengaplikasikannya dengan cara yang lebih spesifik dan berkembang. 

Menjadi fasilitator harus memiliki kemampuan memacu, mengarahkan, mengambangkan serta mengeksplorasi ide menjadi sesuatu yang luas dan berinovasi. Fasilitator tidak hanya sebatas memberikan pelatihan saja, akan tetapi memiliki kewajiban untuk mengawasi dan mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan.

Tanggung jawab seorang trainer atau pelatih memang sangatlah berat. Mengapa demikian? …..Disamping ia telah dipercaya untuk menjadi seorang fasilitator bagi orang lain, ia juga tidak lepas dari pelatihan untuk dirinya sendiri. Pelatihan yang khusus bagi diri sendiri akan menunjukkan hasil yang maksimal dan dinilai mampu untuk memberikan hasil pelatihannya tersebut kepada orang lain.Gambar

GambarContohnya seorang penulis buku yang profesional, telah dipercaya untuk menjadi trainer bagi pemula di sebuah sekolah menengah atas. Ia memang telah mempersiapkan dirinya sejak awal agar usahanya dalam mengarahkan kepada sasaran tidak lepas dari tujuan yang diharapkannya. Ia mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika ia kurang berhasil untuk memfasilitatori sasarannya tersebut dengan terus berlatih, mengeksplor pengetahuannya lebih luas lagi serta mengasah kemampuannya lebih mendalam. Hal ini ia lakukan dengan tujuan apapun tantangannya dalam memberikan pelatihan dapat diantisipasi lebih dini serta dapat lebih maksimal dalam memberikan pelatihan kepada sasarannya.

so, be a trainer now,, asahlah kemampuanmu, perluas eksplorasimu, dan tingkatkan ide kreatifmu …. 🙂Gambar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s